Di suatu siang, terlihatlah seorang pemuda yang sedang mondar-mandir
kesana kemari di alun-alun. Sebut saja dia Bambang. sudah tiga kali
lebih ia memutari alun-alun, namun belum juga ia menemukan yang ia cari.
Si pria ini sedang mencari pacarnya, yang sudah sejak dua jam lalu
mereka berjanjian untuk ketemuan di tempat ini.
“halo beb, hari ini bias ketemu nggak?”
“boleh, ini kebetulan aku lagi di alun-alun. Kamu kesini aja gih.” Jawab si pacar
“okedeh, kamu tunggu di alun-alun ya..”
“siiip.”
Begitulah
percakapan dua jam yang lalu. Si bambang pun segera berangkat menuju
alun-alun, dan mencari pacarnya disana. Namun malang, sampai 2 jam lebih
ia mencari. Tak kunjung bambang menemukan pacarnya ini.
“ah,
capek juga. Istirahat dulu ah.” Bambang pun memutuskan untuk istirahat
sebentar. Ia pun menuju ke tukang es campur yang ada di sekitar situ.
“bang, milky shake satu dong.”
Kamis, 22 Desember 2011
Senin, 19 Desember 2011
Alhamdulillah, setelah sekian lama berkutat dengan buku-buku dan
ilmu. akhirnya diberi juga kesempatan libur untuk mengistirahatkan otak
sejenak menikmati hasil tes semester akhir yang pastinya bagus-bagus.
kecuali untuk segelintir orang seperti saya. nilai bagus masih saja
menjadi harapan sampai hari-hari seperti ini. :D
mungkin
beberapa dari kita, yang sudah letih berusaha selama satu semester ini.
masih belum terima dengan hasil yang kita dapatkan saat ini. seperti
kisah teman saya ini. sebut saja dia beckham. pagi ini beckham menemui
saya. lalu sekelebat, tanpa diminta sedikitpun, ia langsung menyiram
saya dengan beribu kata-kata curhatannya.
"Boy, kenapa
Tuhan nggak adil gini sih sama aku." si beckham ini memulai ceritanya.
"aku udah berusaha keras belajar setiap hari, shalat malam dan dhuha
tak pernah putus, puasa tak pernah bolong, sedekah tak pernah alpha,
berdoa tak pernah lupa, tapi kenapa nilai saya masih saja jeblok tak
keruan seperti ini. padahal saya lihat si messi itu, kerjaanya cuma
main sama kelayapan saja. dia bisa dapat nilai yang sebegitu baiknya.
betapa tuhan tak adil sama saya boy.."
Senin, 12 Desember 2011
Sudah lama sekali tidak menulis, alhamdulillah pagi ini diberi
kesempatan menulis untuk sedikit meluapkan dan mengusir gundah. :D kali
ini saya akan sedikit bercerita soal pengalaman remaja. sudah umum
tentunya, jika remaja sepantaran kita ini pasti sedang merasakan
nikmatnya benih-benih cinta. dan sudah menjadi pepatah yang pada
akhirnya diangkat menjadi jargon andalan setiap penyandang status anak
SMA. bahwa MASA SMA ADALAH MASA YANG PALING INDAH.betul kan ya? hehe.. yah sebab seperti itu pulalah yang sedang dialami oleh teman seperjuangan saya ini.
Teman
saya ini, adalah seseorang yang jika dilihat-lihat, dia tergolong
memiliki yang wajah tampan. mempunyai badan yang kekar atletis,
berperawakan tinggi, dan pandai tentu saja. namun sayangnya, dia adalah
seorang perempuan. sebut saja Mawar.Di suatu senja di musim yang lalu,
mawar terlihat sedang berputar-putar sendiri menggunakan mobil-mobilan
mini yang biasanya disewakan di pinggir alun-alun. dia sedang GALAU.
bayangkan, ketika remaja lainnya sedang asik berduaan di malam minggu
seperti ini. mawar justru menikmati malam minggunya dengan menyewa
mobil-mobilan mini konsumsi anak balita. BETAPA MENGENASKAN..
Sabtu, 20 Agustus 2011
satu waktu, sudah lama sekali
seseorang berkata dengan wajah sendu
"alngkah beratnya.. alangkah banyak rintangan.. alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya"
aku bertanya, "lalu?"
dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
"apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?"
"hanya karena itu kau menyerah kawan?"
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti yang dialaminya
"yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda
bahwa
Allah tidak meridhainya?"
aku membersamainya menghela nafas panjang
lalu bertanya, "andai Muhammad, Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah islam di muka bumi?"
"maksudmu akhi?", ia terbelalak
seseorang berkata dengan wajah sendu
"alngkah beratnya.. alangkah banyak rintangan.. alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya"
aku bertanya, "lalu?"
dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
"apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?"
"hanya karena itu kau menyerah kawan?"
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti yang dialaminya
"yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda
bahwa
Allah tidak meridhainya?"
aku membersamainya menghela nafas panjang
lalu bertanya, "andai Muhammad, Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berpikir sebagaimana engkau menalar, kan adakah islam di muka bumi?"
"maksudmu akhi?", ia terbelalak
Selasa, 19 Juli 2011
Selasa, 19 Juli 2011. Seperti kegiatan wajar orang yang masih
normal. Semua ini diawali dari rumah. Ketika akhirnya bocah berumur 17
tahun yang sangat tampan rupawan ini berpamitan kepada orang tuanya
untuk pergi kesekolah menuntut ilmu. “Ha? Menuntut ilmu?”, pertanyaan
itu yang menjadi pertama kali muncul karena menuntut ilmu hampir
menjadi sesuatu yang awam sejak satu tahun kebelakang. Yah, maklum lah.
Anak umur 17 tahun yang sok aktif di organisasi, ditambah dengan
ketampanan dan ke-multitalent-an-nya membuat dia super sibuk dan
digandrungi banyak perempuan. Dan tentu saja, semua itu CUMA MIMPI.
Hehe,
Perjalanan ke sekolah pun dimulai. Tapi untuk
tujuan yang berbeda kali ini. Bukan menuntut ilmu, melainkan berangkat
untuk sebuah perjuangan. Perjuangan terberat yang pernah ada. Karena
bocah 17 tahun ini akhirnya harus pergi ke GOA Hantu untuk mencari
cinta sejatinya. Loh, bukan!! Bukan cinta kali ini, karena cinta sudah
bersemayam di hati. Uhuk, uhuk.. ngelindur(!)
Langganan:
Postingan (Atom)
